Kamis, 01 November 2018

Menjelajah Pulau Jawa Tempo Dulu Dengan Kereta Api Zaman Belanda


Perjalanan kereta api zaman Belanda menyusuri jalur kereta api di masa lalu beberapa daerah seperti Batavia (Jakarta) tempo dulu dan beberapa daerah di Jawa pada tempo dulu. Video ini di buat oleh pemerintah Belanda sekitar tahun 1929.

Kapal perang terbesar angkatan laut Indonesia KRI IRIAN JAYA





Senjata utama dari KRI Irian adalah 4 buah turret/kubah, dimana setiap kubah berisi 3 meriam kaliber 6 inci/152 mm. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inci di geladaknya.

10 tabung torpedo antikapal selam kaliber 533 mm12 buah meriam kapal B-38/L57 kaliber 152 mm (6 di depan, 6 di belakang)12 buah meriam Model 1934/L56 kaliber 100 mm, ditempatkan dalam 6 kubah SM-5-1 (2 meriam per 1 kubah)32 buah meriam multifungsi kaliber 37 mm4 buah triple gun Mk5-bis kaliber 20 mm (untuk keperluan antiserangan udara)

Sebagai tenaga penggerak, KRI Irian mengandalkan 2 buah turbin uap TB-72 yang mendapat pasokan uap dari 6 buah ketel KV-68 dan disalurkan melalui 2 buah shaft.

Tenaga total yang dihasilkan adalah @110.000 HP sampai 122.000 HP pada kedua shaft, tenaga ini mampu membuat kapal seberat 13.600 ton ini mencapai kecepatan maksimal 32,5 knot. Sedangkan jarak maksimal yang bisa ditempuh adalah 9000 mil laut dengan kecepatan konstan 18 knot.




KRI Irian sebelumnya adalah kapal bernamaOrdzhonikidze 310 (Орджоникидзе 310)(Object 055, diambil dari nama Menteri Industri Berat era Stalin, Grigory "Sergo" Ordzhonikidze) dari Armada Baltik AL Uni Soviet, kemudian dibeli oleh pemerintahIndonesia tahun 1962. Saat itu KRI Irian adalah kapal terbesar di belahan bumi selatan. Kapal ini digunakan secara aktif untuk persiapan merebut Irian Barat (operasi Trikora). Sebelum dibeli Indonesia kapal ini pernah berhadapan dengan USS Iowa.

Kapal ini dibuat di galangan kapal Admiralty, Leningrad. Peletakan lunas pertama dilakukan tanggal 9 Oktober 1949, diluncurkan tanggal 17 September 1950, dan pertama kali dioperasikan tanggal 30 Juni 1952.

Pada 11 Januari 1961, pemerintah Uni Soviet mulai mengeluarkan instruksi kepada Biro Desain Pusat #17 untuk memodifikasi Ordzhonikidze supaya cocok beroperasi di daerah tropis. Modernisasi skala besar dilakukan untuk membuat kapal ini dapat dioperasikan pada suhu +40 °C, kelembapan 95%, dan temperatur air +30 °C.

Tetapi perwakilan dari Angkatan Laut Republik Indonesia yang berkunjung ke kota Baltiysk menyatakan bahwa mereka tidak sanggup untuk menanggung biaya proyek sebesar itu. Akhirnya modernisasi dialihkan untuk instalasi genset diesel yang lebih kuat guna menggerakkan ventilator tambahan.

Tanggal 14 Februari 1961 kapal ini tiba diSevastopol, dan tanggal 5 April 1962 kapal ini memulai uji coba lautnya. Pada saat itu kru dari ALRI untuk kapal ini sudah terbentuk dan ada di atas kapal. Mekanik kapal ini, Bapak Yatijan, di kemudian hari menjadi Kepala Departemen Teknik ALRI. Begitu juga banyak dari pelaut yang lain, banyak yang dikemudian hari mampu menduduki posisi penting.

KRI Irian tiba di Surabaya pada 5 Agustus1962 dan dinyatakan keluar dari kedinasan AL Uni Soviet pada 24 Januari 1963. Sebelumnya Uni Soviet tidak pernah menjual kapal dengan bobot seberat ini kepada negara lain kecuali kepada Indonesia. ALRI yang belum pernah mempunyai armada sendiri sebelumnya, belajar untuk mengoperasikan kapal-kapal canggih dan mahal ini dengan cara trial and error/coba-coba. Bulan November 1962, tercatat sebuah mesin diesel kapal selam rusak karena benturan hidrolis saat naik ke permukaan, sebuah destroyer rusak dan 3 dari 6 boiler KRI Irian rusak. Suhu yang panas dan kelembapan tinggi berefek negatif terhadap armada ALRI, akibatnya banyak peralatan yang tidak bisa dioperasikan secara optimal. Di lain pihak, kehadiran kapal ini membuat AL Kerajaan Belanda secara drastis mengurangi kehadirannya di perairan Irian Barat.
Serangan Jepang terhadap pangkalan Amerika Pearl Harbor hawai 1941



Pada suatu pagi di Kepulauan Hawaii pada tahun 1941, terlihat dilangit diatas Pulau Oahu yang merupakan pulau terbesar di kepulauan Hawaii, sekumpulan pesawat dengan simbol Matahari Terbit berwarna merah pada sayap pesawat-pesawat tersebut. Sekitar 360 pesawat tempur mendekati pangkalan laut AS di Pearl Harbor.

Amerika Serikat yang sebelumnya tidak tertarik dalam Perang Dunia II harus mengambil sikap pasca kedatangan pesawat-pesawat tersebut. Kedatangan mereka dibarengi serangan mendadak dan kritis terhadap armada laut Amerika Serikat di Pasifik.


Serangan Jepang ini sebetulnya sudah diperkirakan oleh Presiden AS, Franklin D. Roosevelt. "Serangan Jepang bukan tak mungkin,"hal ini karena diplomasi dengan Jepang yang mandek. Kecurigaan ini dianggap percuma, karena tidak adanya peningkatan keamanan di pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbor.

Pada pagi hari saat penyerangan Jepang, banyak personil militer sedang melakukan ritual keagamaan, sekadar membersihkan kapal-kapal dan memoles senjata mereka. Pada saat yang sama sedikitnya dua operator melihat di radar sekelompok pesawat tempur dalam penerbangan menuju pulau dari arah utara. 
Berkas:USS Enterprise (CV-6) in Puget Sound, September 1945.jpg
USS Enterprise (CV-6). Foto: Official U.S. Navy photo
Serangan ini pun sebenarnya sudah diperkirakan saat USS Ward menyerang dan menenggelamkan kapal selam kerdil Jepang. Terdapat lima kapal selam kerdil kelas Ko-hyoteki yang ditugasi mentorpedo kapal Amerika Serikat saat pengeboman dimulai, AS kemudian menyebutnya sebagai "Piranha." Tidak satupun kapal selam tersebut berhasil kembali, dan hanya empat dari lima yang dijumpai sejak penyerangan dimulai.

Kapal Selam Piranha. Foto: North Shore Journal
Sebelumnya pada tanggal 26 November 1941, sebuah armada Jepang yang terdiri dari enam kapal induk, dua kapal tempur, dua penjelajah berat, satu penjelajah ringan, sembilan kapal perusak, dan delapan tanker bergerak meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril. Armada yang dipimpin oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo tersebut berlayar menuju Pearl Harbor.

Kapal induk Jepang yang terlibat dalam serangan tersebut adalah: Akagi, Hiryu, Kaga, Shokaku, Soryu, Zuikaku. Semuanya memiliki sejumlah 441 kapal terbang, termasuk pesawat pemburu, pengebom-torpedo, pengebom-tukik dan pemburu-pengebom (fighter-bombers). Dari semuanya, 29 tertembak jatuh oleh AS dalam pertempuran.

Pada pagi hari tanggal 7 Desember 1941, penyerangan terhadap Pearl Harbor dimulai. Jepang mengerahkan ratusan pesawat pemburu, pengebom, dan pengebom-torpedo yang dikerahkan dari keenam kapal induk tersebut, dan mengebom pangkalan militer Amerika Serikat di kepulauan Hawaii. Salah satu tujuan Jepang adalah untuk memusnahkan tiga kapal induk Amerika Serikat yang diletakkan di Pasifik, tetapi tiada ketika serangan terjadi!


Akibat serangan mendadak ini, lima dari delapan kapal perang, tiga kapal perusak, dan tujuh kapal lainnya tenggelam atau rusak berat, dan lebih dari 200 pesawat hancur. Sebanyak 2.400 personil Amerika Serikat tewas dan menyisakan 1.200 yang terluka. Sementara itu banyak dari tentara AS yang gagah berani mencoba untuk memukul mundur serangan itu. Hampir semua kapal terbang Amerika Serikat dimusnahkan di atas tanah; hanya beberapa pesawat yang berhasil terbang dan mencoba membalas serangan pesawat-pesawat Jepang.

1.100 orang diantaranya kehilangan nyawa akibat meledak dan tenggelamnya Kapal perang USS Arizona. Bangkai ini USS Arizona kemudian diabadikan menjadi tugu peringatan kepada mereka yang tewas pada hari itu, kebanyakan dari mereka terkubur di dalam kapal tersebut.

Jepang sendiri mengalami kerugian beberapa pesawat, diperkirakan 30 pesawat, lima kapal selam kerdil, dan kurang dari 100 orang pasukan.
Berkas:USS Enterprise (CV-6) in Puget Sound, September 1945.jpg
USS Enterprise (CV-6) pada September 1945. Foto: Official U.S. Navy photo
Keberuntungan bagi Amerika Serikat, ketiga operator armada Pasifik mereka berada di lautan dalam manuver pelatihan. Kapal-kapal Induk Raksasa AS tidak berada di sekitar Pearl Harbor sehingga tidak dilumpuhkan oleh Pesawat Pembom Jepang. Kapal Induk AS diantaraya Enterprise dalam perjalanan pulang, Lexingtontelah berlayar keluar beberapa hari sebelumnya dari Pearl Harbor, dan Saratoga berada di San Diego selepas penyesuaian di Galangan Angkatan Laut Puget Sound.

Kapal Induk AS ini akan membalas dendam melawan Jepang enam bulan kemudian dalam Pertempuran Midway. AS kemudian akan membalikan keberuntungan Jepang yang sebelumnya tak terkalahkan di Asia Pasifik.
Presiden Franklin D. Roosevelt berbicara di depan Kongres AS. Foto: History.com
Sehari setelah Pear Harbor dibom, Presiden Roosevelt tampil di hadapan sidang paripurna Kongres AS dan menyatakan, “ Kemarin, 7 Desember 1941 merupakan tanggal penghujatan AS secara tiba-tiba, kita sengaja diserang oleh Angkatan Laut dan Udara Pasukan Kekaisaran Jepang.”

Setelah pidato singkat tersebut, Roosevelt meminta Kongres menyetujui resolusi keadaan perang antara Amerika Serikat dan Jepang. Pada 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang atas Jepang. Franklin D. Roosevelt menandatangani pernyataan perang tidak lama kemudian .

Senat sendiri menyetujui AS terjun dalam peperangan dengan suara 82 suara berbanding 0, sedangkan DPR menyetujui resolusi dengan suara 388 banding 1. Atas dukungan Kongres AS, Pemerintah kemudian menyerukan perang dengan Jepang. Hal ini kemudian membawa AS ke dalam Perang Dunia II.

Video Gempuran sengit marinir Indonesia terhadap pantai musuh


Simulasi Gempuran Marinir Indonesia Terhadap Pantai Musuh Di mana pertahanan musuh berhasil di obrak abrik pasukan marinir dengan cepat.. lewat serangan ampifibi dadakan dan sistematis.


Video Simulasi serangan besar besaran militer Indonesia (TNI)





Skenario Serangan besar2an TNI, sinergi dari ketiga angkatan dalam tactical battle strategy, kerja sama yang kompak menghasilkan kesuksesan dan kemenangan operasi..

Deskripsi video:
-Persiapan serangan.
-Persiapan airborne dan pesawat tempur.
-Pemboman udara untuk membersihkan area penerjunan.
-Penerjunan pasukan Airborne ke garis belakang musuh.
-Target area berhasil di kuasai pasukan airborne.
-Strategi pasukan Tank.
-bombardir Altileri all type.
-Persiapan gerak infantri mekanis,Tank MBT & Heli tempur.
-Gerakan penerobosan ke garis depan musuh di dukung Tank,infantri mekanis,heli tempur.
-Aksi Meriam dan rudal anti serangan udara.

-Persiapan Embarkasi Angkatan laut dan marinir ke daerah sasaran.
-Tembakan Anti udara Menghadapi Pesawat pengintai dan bomber musuh.
-kapal musuh terdeteksi
-Aksi kapal perang dan kapal selam menghancurkan kapal musuh.
-bombardir kapal perang dan pesawat tempur ke pantai musuh.
-Pendaratan pasukan amfibi marinir.
-Gerak maju pasukan tank dan infantri marinir di dukung bombardemen Altileri,pesawat tempur dan helikopter.
-Pertahanan terakhir musuh berhasil di Hancurkan.
-Fly pass pesawat tempur dan helikopter.

Serangan Udara pertama TNI AU Terhadap Posisi Belanda 1947





Tak ada yang lebih mengetarkan dari pada  pejuang kemerdekaan Indonesia di tengah keterbatasan masih mampu memberikan kontribusi walau nyawa taruhan nya..

Pagi buta tanggal 29 Juli 1947, dari
Pangkalan Udara Maguwo di Jogjakarta terdengarlah suara mesin pesawat terbang menderu-deru. Pangkalan Udara Maguwo ketika itu tidak memiliki fasilitas lampu landasan sehingga tiga pesawat yang akan lepas landas dibantu dengan lampu sorot besar yang biasanya digunakan untuk mencari pesawat musuh di udara.

Pukul 05.00, roda-roda pesawat mulai merayap dan tak lama kemudian pesawat pertama—jenis Guntei—lepas landas, diterbangkan oleh Penerbang Mulyono. Pesawat kedua, sebuah Cureng, menyusul sesaat kemudian, diterbangkan oleh Penerbang Sutarjo Sigit. Yang terakhir lalu menyusul, juga sebuah Cureng, yang diterbangkan oleh Penerbang Suharnoko Harbani.

Ketiga penerbang saat itu masih tercatat sebagai Kadet Penerbang dari Sekolah Penerbang yang didirikan 15 November 1945 dengan Komandan Komodor Muda Udara Agustinus Adisucipto.

Guntei dan Cureng merupakan pesawat peninggalan Jepang dengan peralatan sederhana. Keduanya tak memiliki lampu dan radio. Ketiga penerbang waktu itu hanya dibekali dengan lampu senter untuk saling memberi isyarat, dengan cara menyorot pesawat agar diketahui oleh rekannya.

Tutup kokpit pesawat dilepas, badan dan sayap, diberi cat warna hijau militer. Sedangkan, modifikasinya terletak pada pemasangan mekanisme untuk menjatuhkan bom yang digantungkan di kedua sayapnya, masing-masing sayap dibebani sebuah bom seberat 50 kg.

Pesawat yang dikemudikan Suharnoko Harbani dilengkapi senapan mesin dengan penembak udara Kaput menyerang Ambarawa .Sedangkan, pesawat Sutardjo Sigit dibekali bom-bom bakar dan penembak udaranya Sutardjo menyerang Salatiga

Kadet penerbang Mulyono diperintahkan menyerang Semarang dengan menggunakan pesawat pengebom tukik ”Dive Bomber” Guntei berkekuatan 850 daya kuda. Pesawat berkecepatan jelajah 265 km/jam itu dibebani bom 400 kg dan dilengkapi dua senapan mesin di sayap dan sebuah dipasang dibelakang penerbang serta sebagai penembak udara Dulrachman.

Sementara itu, Kadet Penerbang Bambang Saptoadji yang menggunakan pesawat buru sergap Hayabusha dan bertugas mengawal pesawat yang diawaki Kadet Penerbang Mulyono, terpaksa dibatalkan karena pesawat yang telah dipersiapkan sejak pagi itu belum selesai diperbaiki setelah mengalami kerusakan.

Meski menghadapi kesulitan teknis karena primitifnya sarana pelepasan bom, misi bisa dikerjakan dengan baik. Bahkan Sutardjo Sigit menjatuhkan bom bom bakar dengan menggunakan kedua tangan. Untuk menghindari sergapan pesawat pemburu Belanda P-40 Kitty Hawk (Curtiss), ketiga penerbang terbang rendah di atas puncak- puncak pohon. Begitu penerbang ketiga mendarat pukul 06.20, ketiga pesawat yang baru saja menunaikan misi pengeboman tadi segera disembunyikan. Aksi pembalasan Belanda datang tak lama kemudian. Pukul 07.05 dua Kitty Hawk meraung-raung di atas Yogyakarta. Mereka menembak dengan gencar, tetapi tidak ada korban jiwa.

Aksi ketiga penerbang AU RI di atas merupakan operasi udara pertama dalam sejarah RI melawan agresor, sekaligus juga aksi balasan terhadap Belanda yang sejak tanggal 21 Juli 1947 terus menyerbu Republik dengan membabi buta.
Ada tiga efek yang ditimbulkan dari operasi udara itu. Pertama, meningkatkan semangat juang bangsa Indonesia dan menambah rasa percaya diri. Kedua, aspek diplomasi yaitu pengakuan atas keberadaan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia di masyarakat dunia. Ketiga, aspek militer yaitu keberadaan Angkatan Udara RI diperhitungkan oleh Pemerintah Belanda.

Serangan yang dilancarkan di pagi buta itu, tidak hanya memporakporandakan kubu-kubu pertahanan Belanda, namun lebih dari itu menurunkan mental dan semangat pasukannya. Ini terbukti dengan pemadaman lampu di seluruh kota besar di Jawa Tengah pada malam hari untuk mencegah serangan udara dari pasukan Indonesia. Untuk mengembalikan semangat tempur tersebut, Belanda melancarkan serangan balasan dan tidak mengindahkan lagi aturan perang.

Inilah Kehebatan Tank Leopard 2RI Milik TNI AD

1. Armor Keren yang Tahan Gempur

Leopard 2RI adalah versi terbaru dari seri sebelumnya. Makanya, pihak pengembang jelas menambahkan banyak fitur oke yang merupakan hasil upgrade dari Leopard versi lama. Salah satu sektor penting yang mendapatkan perbaikan adalah sisi armornya.



Diketahui Leopard 2RI ini mengusung teknologi AMAP alias Advanced Modular Armour Protection. Fungsinya adalah melindungi semua sisi tank dari berbagai ancaman. Mulai dari rudal-rudal anti tank sampai roket balistik. Sistem perlindungan yang sama juga sudah digunakan di hampir semua tank kekinian hari ini.


2. Leopard 2RI Sanggup Melakukan Mode Senyap.

Hal yang menyenangkan soal tank ini adalah manuvernya. Leopard 2RI diketahui punya kecepatan yang cukup tinggi dan bisa digunakan di hampir semua jenis dataran. Nggak hanya sanggup melaju cepat di semua permukaan, tank satu ini juga dibekali dengan sebuah sistem unik di mana Leopard 2RI bisa sama sekali tak terdengar suaranya.



Dengan berbekal mesin khusus, Leopard 2RI sanggup untuk melakukan mode senyap di mana suara pergerakannya sangat minim. Nggak hanya mampu menghilangkan suara, tapi si perangkat khusus tadi juga bisa menurunkan suhu. Alhasil, Leopard 2RI sama sekali tak terdeteksi panasnya. Sebuah kombinasi yang sangar untuk misi penyerangan diam-diam.

3. Senjata Baru yang Lebih Seru.

Tidak hanya soal armor dan teknologi manuver, Leopard 2RI juga makin diperbarui sistem persenjataannya. Secara umum sebenarnya meriam Leopard 2RI masih sama seperti versi sebelumnya, hanya saja ada beberapa bagian yang di-upgrade. Penambahan itu adalah penyematan sistem turret drive.




Sistem ini membuat senjata nggak lagi manual alias full elektrik dalam penggunaannya. Nggak hanya itu, turret drive juga membuat senjata lebih aman bagi user. Serta yang nggak kalah penting lainnya adalah kemampuan meredam suaranya yang oke punya. Jadi, meriam Leopard 2RI ini bisa menembakkan peluru besarnya tanpa suara gaduh.

4. Nightvision untuk Penglihatan Malam.
Hal keren selanjutnya soal tank Leopard 2RI ini adalah disematkannya teknologi nightvision pada kameranya. Jadi, meskipun suasana sekitar begitu gelap dan tak ada cahaya sedikit pun, tank ini bisa tetap dioperasikan. Teknologi Nightvision sendiri pada dasarnya memang mengusung fungsi seperti itu.






Nightvision di Leopard 2RI sendiri juga merupakan versi upgrade, di mana ia bisa menampilkan gambaran yang lebih dalam, jelas, dan sempurna. Sebuah tank memang dituntut untuk bisa bekerja 24 jam dalam kondisi apa pun, untuk hal tersebut TNI sudah sangat bisa mengandalkan Leopard 2RI.





5. Mesin Perang Senyaman Limousin.

Tidak hanya soal perlengkapan perang saja, sebuah tank dikatakan sempurna jika mampu membuat penggunanya betah. Leopard 2RI ini dilengkapi dengan berbagai peralatan yang sangat memberikan kenyamanan bagi operatornya. Mulai dari sistem pengaturan posisi sampai tempat duduknya sendiri.

Bukan cuma itu saja, Leopard 2RI juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang lebih oke. Hal ini akan memberikan kenyamanan yang luar biasa bagi para penumpangnya. Saking nyamannya, mungkin mereka akan lupa kalau sedang berada di dalam tank.



Video Combat formation indonesian leopard main battle tank.

DETASEMEN TANK RAKSASA TIGER JERMAN

  DETASEMEN TANK RAKSASA TIGER JERMAN Jerman semasa Nazi berkuasa mempunyai perangkat perang komplit. Memang tak semuanya mencium aro...